Hukum Pareto dalam Bisnis

bisnis September 7th, 2015

images (1)Seorang penulis, Richard Koch, telah menulis dua buku tentang hukum Pareto. Dalam tulisanKoch yang terakhir, berjudul “The 80/20 Revolution”, memberitahu Anda bahwa apa pun bisnis Anda hendaknya carilah dua hal:

  • Carilah 20% dari kegiatan yang memakan 80% dari waktu anda.
  • Carilah 20% pengeluaran yang memakan 80% dari total biaya pengeluaran.
    dan biasanya kedua hal tersebut sama.

Bagi pelaku usaha, berikut ini ada dua cara, bagaimana cara mengaplikasikan ke usaha:

  • Pertama bagi pelaku retail, mereka mempunyai banyak produk yang dijual di tokonya. Secara umum untuk retailer, dari Prinsip Pareto, bahwa 20% jenis produk yang dijual, menyumbang 80% total penjualan yang terjadi.
  • Sedangkan 80% produk sisanya menyumbangkan 20% total penjualan.
  • Bagaimana cara meningkatkannya? apabila Anda retailer, olah data penjualan Anda, urutkan jenis produk yang terjual paling besar sampai dengan yang paling kecil (bisa berdasarkan kuantitas produk maupun rupiah). Kemudian ambil 20% jenis produk dari teratas bandingkan dengan total penjualannya, apakah 80%.
  • Setelah diketahui jenis produk apa saja yang 20% teratas, Anda sebagai retailer, pasti tidak mau kehilangan penjualan. Sehingga cara meningkatkan penjualan tersebut, pastikan jenis produk-produk tersebut selalu ada, jangan sampai out of stock.
  • Kedua bagi pelaku usaha yang mempunyai sedikit jenis produk dan banyak pelanggan tetap, biasanya usaha yang bergerak dibidang jasa, atau usaha manufakturyang mempunyai jenis produk sedikit.
  • Urutkan penjualan Anda mulai dari yang tertinggi s/d terbawah terhadap pelanggan-pelanggan tetap Anda (klien ataudistributor), pengurutan tersebut bisa dilakukan berdasarkan dari jumlah transaksi atau dari total besar penjualan. Dari hasil urutan tersebut, ambil 20% teratas, apakah benar dari data 20% tersebut, menyumbang 80% penjualan Anda.
  • Kemudian dari pola data tersebut, dari 20% pelanggan teratas Anda, berikan pelayanan yang memuaskan, agar pelanggan Anda tidak berpaling ke kompetitor, selain itu dengan level kepuasan yang tinggi, pelanggan bisa melakukan order lebih banyak lagi yang bisa menaikkan penjualan Anda.
  • Sebenarnya Prinsip Pareto ini bisa digunakan, bisa berdasarkan total penjualan; total quantity penjualan; total jumlah transaksi; total margin per produk; dan sebagainya. Anda sebagai pelaku usaha bisa lebih kreatif lagi dalam penggunaannya, tentunya dengan panduan buku-buku atau ahli yang Ada, agar penggunakan prinsip ini tidak melenceng dari tujuan dasarnya.
  • Bila prinsip Pareto ini terus Kita terapkan dalam menjalani kehidupan Kita sehari-hari, niscaya kita akan masuk kelompok prestisius “Penting yang sedikit” yang berisi 20 persen orang teratas dalam segala bidang kehidupan Kita..

jawaban Ekstrak Profit ke cash

Lima Tingkatan Doa

Moslem World March 18th, 2014

Ada lima tingkatan doa yang akan menghantarkan seseorang dalam mencapai kebahagian nya. Setiap tingkatan akan memberikan hasil kualitas dan kuantitas yang berbeda.

Tingkatan itu :

Tingkat 1
Doa yang berdagang dengan Allah SWT. Inilah doa yang sangat egoistik dan berorientasi pada keuntungan pribadi. Kebahagiaannya bersifat jangka pendek, individual dan sempit. Memandang Allah SWT sebagai pertner bisnis yang harus dieksploitasi, dan dikeruk sebanyak-banyaknya. Biasanya, ia suka menyebut-nyebut kebaikan yang telah dilakukannya ketika berdoa kepada Nya.

Tingkat 2
Doa yang menempatkan Allah SWT sebagai Tuhan tempat bergantung segala masalah kehidupannya. Orang yang berdoa dengan cara ini merasakan rasa aman lebih besar dalam hidupnya dibandingkan dengan Tingkat yang pertama. Karena ia merasa memiliki pelindung dan tempat curhat yang bisa dipercaya. Ia pun sering meminta segala yang dibutuhkannya kepada-Nya. Kelemahannya, ia bisa terjebak menjadi orang yang peminta-minta. Segala dimintakan kepada Allah, dan kemudian menjadi malas bekerja. Padahal Allah SWT tidak suka kepada orang yang bermalas-malasan. Allah menyukai orang-orang yang bekerja keras dalam mencapai kesukesannya.

Tingkat 3
Orang yang berdoa dengan rasa malu kepada Allah. Ia berusaha untuk bersikap lebih santun kepadaNya. Tidak berdagang. Juga tidak minta ini minta itu semau-maunya, karena ia tahu bahwa Allah adalah Dzat Maha Mengetahui dan Maha Pemurah. Dia sudah mengerti apa yang dibutuhkan hamba-hamba yang berdoa kepada Nya. Dan Dia pasti memberikan yang terbaik. Karena itu, dalam doa tingkat 3 ini seseorang yang berdoa tidak lagi berdoa lama,panjang dan detil. Ia lebih pintar dan cerdik dalam berdoa. Doanya strategis,pendek dan berserah diri kepada Allah. Ia selalu minta apa yang terbaik buat dirinya. Apa yang dibutuhkannya, bukan apa yang diinginkan nya. Maka kebahagiaan yang diterimanya pun semakin bermakna.

Tingkat 4
Doa orang-orang bijak. Bukan hanya cerdik dan pintar. Orang bijak adalah orang yang ketika berdoa tidak meyuruh Tuhan, melainkan berterima kasih kepada Allah SWT. Ia sudah tahu, bahwa ia tak perlu berdoa minta ini minta itu, karena dengan berterima kasih dan bersyukur kepada Nya pun Allah akan terus menambahkan kenikmatan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Kehidupannya berkelimpahan dan berkecukupan, di dunia dan akhirat, karena rasa syukurnya.

Tingkat 5
Doa orang yang dekat dengan Allah. Yaitu orang yang tidak pernah berpikir untuk meminta kepada Allah, karena ia tahu bahwa DIA selalu memberi apa yang kita butuhkan sebelum kita meminta. Yang ada dalam pikirannya justru adalah bagaimana ia bisa ‘membantu’ Allah SWT untuk menebarkan rahmat bagi mahluk-mahlukNya. Semangatnya buka meminta-minta, melainkan jihad fi sabilillah – berjuang dan beramal kebajikan sebanyak-banyaknya di jalan Allah. Ia tahu persis inilah misi sesungguhnya seorang muslim rahmatan lil alamin …
Hidupnya selalu penuh dengan rasa syukur. Yang dihitung-hitungnya setiap hari bukanlah ‘apalagi yang harus saya peroleh’ hari ini. Melainkan, ‘apalagi yang sudah saya terima’ hari ini. Kemudian ia mensyukurinya. Dan melimpahkan kepada orang lain seberapa pun yang ia mampu melakukannya. Maka , ia memperoleh tambahan lagi dari Allah SWT karena telah mensyukuri nikmat- Nya dan melimpahkan lagi kepada hamba-hamba Nya yang membutuhkan pertolongan.
Ia telah berdoa kepada Allah dengan cara ‘bersyukur dan berbuat’ di jalan Nya. Tak ada ucapan meminta yang keluar dari mulutnya. Juga tak ada ungkapan doa yang terbisik dalam hatinya. Yang ia bisikan dalam hati maupun lewat mulutnya adalah rasa syukur atas segala karunia Nya. Dan keinginan ntuk beramal kebajikan sebanyak-banyaknya, sebagaimana Allah SWT telah banyak berbuat baik kepadanya . Semua ia jalankan berdasar rasa kasih dan sayang, sebagaimana ia telah menerima demikan banyak kasih sayang itu dari Allah yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi, Huwa Ar Rahman Ar Rahim…

 

QS Asy Syuura 42 : 23
Itulah (Karunia) Allah (untuk) membahagiakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Katakanlah : “Aku tidak meminta kepada mu sesuatu upah pun atas apa yang aku perbuat kecuali kasih sayang dalam persaudaraan“. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. SEsungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri…

wallahu a’lam bishshawab

945191_505956949482672_134136298_n

blank