Bayi Kuning

Arkan January 7th, 2009

Bayi kuning yang dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Ikterus Neonatarum adalah kondisi yang terjadi ketika produksi bilirubin di tubuh bayi berlebihan dan si bayi tak mampu mengeluarkannya lewat berkemih dan buang air besar.

Pasangan Anton-Dewi sedang berbahagia. Putra pertama mereka lahir dengan selamat. Berat dan tinggi badannya normal dengan kulit yang kekuningan. “Wah, cantiknya kulitnya kuning langsat seperti mamanya. Anteng lagi, tidur terus,” kata salah seorang teman mereka yang membesuk ke rumahnya.

Tapi saat periksa, sekitar empat hari sejak melahirkan, dokter memutuskan untuk merawat inap putra Anton-Dewi. “Kenapa harus dirawat? Anak saya sehat kok. Cuma agak rewel saja kalau disusui. Wajar kan, mungkin dia belum terbiasa,” kata Dewi.

Dokter mengatakan bahwa anak Dewi mengalami gejala bayi kuning atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Ikterus Neonatarum (IK). Ini adalah kondisi yang terjadi ketika produksi bilirubin di tubuh bayi berlebihan dan si bayi tak mampu mengeluarkannya lewat berkemih dan buang air besar.

Gejala ini sangat umum terjadi pada bayi yang baru lahir antara usia satu sampai tujuh hari. Bahkan menurut Dr. Sumarwoto, SpA angka kasusnya cukup tinggi. Yaitu sekitar 60 persen pada bayi yang lahir cukup bulan, dan 80 persen pada bayi yang lahir kurang bulan.

Meski cukup umum terjadi, bukan berarti masalah ini boleh diremehkan. “Kadar bilirubin yang terus meningkat tanpa dikendalikan bisa menempel di otak bayi, sehingga menyebabkan bayi menderita penyakit yang sering disebut otak kuning,” kata dr. Sutikno. Penyakit otak kuning ini bisa menghalangi perkembangan motorik dan sensorik anak beberapa tahun kemudian. Read the rest of this entry »

Happy New Year 2009

Log January 1st, 2009

Happy New Year 2009 – Wish You all the Best !!!

blank