Lima Tingkatan Doa

Moslem World March 18th, 2014

Ada lima tingkatan doa yang akan menghantarkan seseorang dalam mencapai kebahagian nya. Setiap tingkatan akan memberikan hasil kualitas dan kuantitas yang berbeda.

Tingkatan itu :

Tingkat 1
Doa yang berdagang dengan Allah SWT. Inilah doa yang sangat egoistik dan berorientasi pada keuntungan pribadi. Kebahagiaannya bersifat jangka pendek, individual dan sempit. Memandang Allah SWT sebagai pertner bisnis yang harus dieksploitasi, dan dikeruk sebanyak-banyaknya. Biasanya, ia suka menyebut-nyebut kebaikan yang telah dilakukannya ketika berdoa kepada Nya.

Tingkat 2
Doa yang menempatkan Allah SWT sebagai Tuhan tempat bergantung segala masalah kehidupannya. Orang yang berdoa dengan cara ini merasakan rasa aman lebih besar dalam hidupnya dibandingkan dengan Tingkat yang pertama. Karena ia merasa memiliki pelindung dan tempat curhat yang bisa dipercaya. Ia pun sering meminta segala yang dibutuhkannya kepada-Nya. Kelemahannya, ia bisa terjebak menjadi orang yang peminta-minta. Segala dimintakan kepada Allah, dan kemudian menjadi malas bekerja. Padahal Allah SWT tidak suka kepada orang yang bermalas-malasan. Allah menyukai orang-orang yang bekerja keras dalam mencapai kesukesannya.

Tingkat 3
Orang yang berdoa dengan rasa malu kepada Allah. Ia berusaha untuk bersikap lebih santun kepadaNya. Tidak berdagang. Juga tidak minta ini minta itu semau-maunya, karena ia tahu bahwa Allah adalah Dzat Maha Mengetahui dan Maha Pemurah. Dia sudah mengerti apa yang dibutuhkan hamba-hamba yang berdoa kepada Nya. Dan Dia pasti memberikan yang terbaik. Karena itu, dalam doa tingkat 3 ini seseorang yang berdoa tidak lagi berdoa lama,panjang dan detil. Ia lebih pintar dan cerdik dalam berdoa. Doanya strategis,pendek dan berserah diri kepada Allah. Ia selalu minta apa yang terbaik buat dirinya. Apa yang dibutuhkannya, bukan apa yang diinginkan nya. Maka kebahagiaan yang diterimanya pun semakin bermakna.

Tingkat 4
Doa orang-orang bijak. Bukan hanya cerdik dan pintar. Orang bijak adalah orang yang ketika berdoa tidak meyuruh Tuhan, melainkan berterima kasih kepada Allah SWT. Ia sudah tahu, bahwa ia tak perlu berdoa minta ini minta itu, karena dengan berterima kasih dan bersyukur kepada Nya pun Allah akan terus menambahkan kenikmatan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Kehidupannya berkelimpahan dan berkecukupan, di dunia dan akhirat, karena rasa syukurnya.

Tingkat 5
Doa orang yang dekat dengan Allah. Yaitu orang yang tidak pernah berpikir untuk meminta kepada Allah, karena ia tahu bahwa DIA selalu memberi apa yang kita butuhkan sebelum kita meminta. Yang ada dalam pikirannya justru adalah bagaimana ia bisa ‘membantu’ Allah SWT untuk menebarkan rahmat bagi mahluk-mahlukNya. Semangatnya buka meminta-minta, melainkan jihad fi sabilillah – berjuang dan beramal kebajikan sebanyak-banyaknya di jalan Allah. Ia tahu persis inilah misi sesungguhnya seorang muslim rahmatan lil alamin …
Hidupnya selalu penuh dengan rasa syukur. Yang dihitung-hitungnya setiap hari bukanlah ‘apalagi yang harus saya peroleh’ hari ini. Melainkan, ‘apalagi yang sudah saya terima’ hari ini. Kemudian ia mensyukurinya. Dan melimpahkan kepada orang lain seberapa pun yang ia mampu melakukannya. Maka , ia memperoleh tambahan lagi dari Allah SWT karena telah mensyukuri nikmat- Nya dan melimpahkan lagi kepada hamba-hamba Nya yang membutuhkan pertolongan.
Ia telah berdoa kepada Allah dengan cara ‘bersyukur dan berbuat’ di jalan Nya. Tak ada ucapan meminta yang keluar dari mulutnya. Juga tak ada ungkapan doa yang terbisik dalam hatinya. Yang ia bisikan dalam hati maupun lewat mulutnya adalah rasa syukur atas segala karunia Nya. Dan keinginan ntuk beramal kebajikan sebanyak-banyaknya, sebagaimana Allah SWT telah banyak berbuat baik kepadanya . Semua ia jalankan berdasar rasa kasih dan sayang, sebagaimana ia telah menerima demikan banyak kasih sayang itu dari Allah yang Maha Mengasihi dan Maha Menyayangi, Huwa Ar Rahman Ar Rahim…

 

QS Asy Syuura 42 : 23
Itulah (Karunia) Allah (untuk) membahagiakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Katakanlah : “Aku tidak meminta kepada mu sesuatu upah pun atas apa yang aku perbuat kecuali kasih sayang dalam persaudaraan“. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. SEsungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri…

wallahu a’lam bishshawab

Diantara petunjuk pembuka pintu-pintu rezeki Allah SWT adalah sebagai berikut:

1. Menyempurnakan ikhtiar, berusaha sebaik-baiknya.

Sebagai orang beriman, kita perlu mencari sebab-sebab yang membawa kepada kemudahan rezeki. Misalnya ingin mendapatkan rezeki untuk biaya keluarga, anak, istri, berarti kita perlu mencari pekerjaan yang halal dan mengerjakan pekerjaan kita dengan disiplin dan sebaik-baiknya yang bisa kita lakukan. Ingin punya anak sholih dan sholihah, kita perlu mencari istri/suami yang sholihah/sholih dan mendidik anak kita dengan akhlaq Islam.
Para Nabi dan salaful sholih pun juga bekerja:
“Sesungguhnya Nabi Daud tidak makan kecuali dari hasil jerih payahnya sendiri”.[HR Bukhari].
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari memakan hasil jerih payahnya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil jerih payahnya sendiri”. [HR Bukhari].
“Zakariya Alaihissallam dulu adalah seorang tukang kayu”. [HR Muslim].
“Dan Zainab (binti Jahsy) adalah wanita pengrajin tangan, ia menyamak kulit dan melobangi (serta menjahit)nya untuk dibuat khuf atau lainnya. Lalu ia bershadaqah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” [HR Al Hakim]
“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pun melainkan pernah menggembala kambing.” Para sahabat bertanya,”Dan engkau sendiri?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Ya, aku juga dulu menggembalakan (kambing-kambing) milik penduduk Mekkah dengan upah beberapa qirath.” [HR Al Bukhari]

 

2. Berpagi – pagi dalam memulai beraktifitas.

Dianjurkan memulai aktifitas di mulai pagi-pagi hari, karena merupaka waktu yang diberkahi Allah SWT.

3. Beribadah kepada Allah SWT.

Hadist Qudsi: “Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembah-Ku maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu.” (Riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah r.a.)”.

4. Memperbanyak Istighfar.

“Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah s.w.t akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas r.a.)

5. Memperbanyak Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Bacalah shalawat untukku, maka bacaan shalawatmu untukku itu, menjadi penebus dosa dan kesucian untuk dirimu, maka siapa yang membaca shalawat untuk 1 kali, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali, (yaitu rahmat Allah turunkan padanya 10 kali lipat).”Man shalla alayya shalaatan shallaahu alaihi bihaa asyran”.

6. Memperbanyak membaca ”La hawla wala quwwata illa billah”.

“Barang siapa yang lambat rezekinya hendaklah banyak mengucapkan La hawla wala quwwata illa billah  (HR.At-Tabrani).

7. Membaca surat Al-Ikhlas.

“Barangsiapa yang membaca surah al-Ikhlas ketika masuk rumah, maka (berkah bacaan) menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya” (HR.Tabrani).

8. Melaksanakan sholat dhuha.

“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani).

9. Membaca surat Al Waqiah.

“Barangsiapa membaca surah al-Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup”. (HR. Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).

10. Menjaga Silaturrahmi.

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya.” (Riwayat Bukhari)

11. Mengamalkan zikir asmaul husna dan ayat-ayat Alqur’an tertentu.

Misalnya, dua ayat terakhir surah at-Taubah (ayat 128-129) jika dibaca secara rutin tujuh kali setiap selesai solat, dikatakan bias menjadi sebab Allah SWT lapangkan kehidupan dan murahkan rezeki.

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

9.128. Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

9.129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.
Membaca asmaul husna
“Yaa Allahu, Yaa Rozzaqu” artinya Allah SWT yang Maha memberi rezeki.
“Yaa Allahu, Yaa Ghoniyyu” artinya Allah SWT yang Maha Kaya.

12. Dan jangan lupa, BERTAWAKAL.

Allah SWT berfirman (QS. At-Thalaq [65] : 3).

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

Artinya: Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
  • Memberi Makanan dan Minuman untuk orang yang shaum yang akan berbuka
  • Memperbanyak sedekah
  • Membaca dan Mengkaji Al-Qur’an
  • Shalat tarawih
  • Menguatkan ketekunan ibadah pada 10 hari terakhir
  • Memperbanyak Doa Kepada Allah

Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimu

Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masikah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yang ada akan
Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi

blank