Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.  Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat ayat 12 )

Hati-hati

Moslem World July 14th, 2009

Seseorang yang Soleh Pasti akan sangat berhati-hati dalam menjalani kehidupan nya di muka bumi.

Dia akan berhati-hati dan berfikir panjang jika akan mengucapkan sesuatu kepada orang lain.
Dia akan menimbang-nimbang apakah ucapan nya itu baik, akankah ucapan nya akan melukai perasaan orang lain secara tidak sengaja. Apakah ucapan nya akan menimbulkan perbuatan buruk bagi orang lain. Dia pasti akan berbicara untuk hal-hal yang baik atau mungkin lebih baik diam. Mereka sadar bahwa Allah SWT menciptakan telinga lebih banyak daripada mulut karena mereka sadar harus lebih banyak mendengar daripada berbicara.
Dia akan menerima dan berserah diri pada apapun yang Allah SWT berikan. Dia akan selalu melihat kebawah untuk hal-hal duniawi yang bersifat material. Mereka tidak akan pernah iri hati apalagi sampai dengki akan kesuksesan orang lain. Meraka tidak mau jika perbuatan dan pekerjaan nya di dunia ini merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri. Meraka sangat berserah diri kepada Allah SWT.

Mereka tidak memiliki kesombongan walaupun sekecil zarrah. Karena kesombongan hanyalah milik Allah SWT. Kesuksesan dan keberhasilan mereka di dunia, mereka anggap suatu hal yang sangat biasa karena itu semua kepunyaan dan atas izin Allah SWT.

Wahai manusia, janganlah kita menjadi manusia yang sombong, angkuh, riya, banyak bicara dan banyak berdebat dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Percikan Iman 19 April 2009

Allah mewajibkan kita untuk selalu menjaga Amanah. (Annisa 4:58)
Macam-macam amanah :
1.  Umur (usia / jatah hidup).
Kita hidup di dunia ini sudah diberikan kesempatan, umur, usia dan jatah hidup oleh Allah SWT. Sudah sewajib nya kita harus menjaga amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Gunakan usia kita untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat untuk diri kita. Gunakan lah banyak kesempatan hidup kita untuk beribadah kepada Allah SWT. Jangan sia-siakan waktu dan umur kita untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna. Semua yang kita perbuat di dunia ini akan dimintai pertanggungan jawab tidak terkecuali mengenai Umur ini.

2. Kesehatan.
Kesehatan dalam kehidupan kita ini juga merupakan Amanah dari Allah SWT. Kadang-kadang kita ingkar dan lupa akan nikmat kesehatan ini, ketika sehat kita sering kurang mensyukuri kesehatan yang diberikan Allah SWT kepada kita. Malah sering kita tidak memanfaatkan kesehatan kurang maksimal. Ketika sehat sering kita gunakan waktu dan tubuh kita untuk melakukan perbuatan yang kurang bermanfaat. Atau cenderung untuk keuntungan dunia semata, dan melupakan kepentingan akhirat. Sering juga kita tidak memanfaatkan waktu kita ketika sehat untuk melakukan banyak hal, melainkan menunda-nunda pekerjaan yang sebaiknya dikerjakan ketika kita sehat, sehingga kita tidak bisa melakukan nya ketika sedang sakit.
Ada dua nikmat yang sering dilupakan manusia. Nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan .
3.  Ilmu
Ilmu yang kita miliki juga merupakan amanah dari Allah SWT. Karena dengan ilmu juga kita menjadi memiliki derajat yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Manusia lain yang tidak berilmu. Bagaimana anda menggunakan ilmu anda ? Untuk hal-hal kebaikan ataukah untuk hal-hal keburukan. Karena jika anda telah memiliki ilmu hanya dua kemungkinan yang akan dilaksanakan. Anda mengamalkan ilmu anda untuk hal-hal kebaikan / kebajikan bagi Umat Manusia atau hal-hal keburukan, atau tidak anda amalkan sama sekali. (”,)

Siapa yang berikhtiar mencari ilmu maka Allah SWT memudahkanbaginya menuju pintu Surga.

Maka banyak-banyak lah mencari ilmu, semangat dan giatlah dalam mencari ilmu. Amalkan ilmu anda untuk kemaslahatan orang banyak.

Segala Puji Bagi Allah SWT Tuhan Semesta Alam,
Hidup kita di dunia ini hanya sebentar, rasa nya baru kemarin kita dilahirkan ke dunia yang fana ini. Hari ini jelas sekali perbedaan dan keadaan kita dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Semua perubahan itu begitu cepat dan terjadi tanpa kita sadari.

Mudah-mudahan kita terus berada di jalan yang di ridhoi Allah SWT.

Majelis Percikan Iman 12 April 2009

Def. Syukur :
Syukur adalah menjadikan suatu kenikmatan(kesuksesan) sebagai modal untuk meraikh kenikmatan(kesuksesan).

Bagaimanakah agar kita dapat selalu bersyukur ??
Janganlah selalu melihat kepada Manusia lain yang lebih tinggi dari kita dalam segi Harta, Kekuasaan, Jabatan dan lain sebagainya.
Lihatlah kebawah, niscaya masih banyak manusia-manusia lain yang keadaan tidak seberuntung kita.

Dalam hal apakah kita boleh iri atas kenikmatan dan kesuksesan orang lain ?
Kita diharuskan untuk iri kepada :
Orang yang berilmu, yang dengan ilmu nya tersebut dapat bermanfaat untuk kemaslahatan orang banyak.
Orang yang berharta lalu dengan hartanya itu dipergunakan untuk meringankan beban orang orang yang terpuruk.

Selain itu kita juga harus Qonaah dalam hidup ini.

Apakah itu Qonaah ?
Qonaah adalah menggunakan rezeki yang diberikan Allah SWT sesuai dengan Fungsi nya.

Jadilah manusia merdeka, yang tidak diperbudak oleh Hawa Nafsu dan ke fanaan Dunia.
Selalu bersyukur kepada semua pemberian Allah SWT dengan selalu melihat kepada manusia yang nasib nya kurang beruntung.
Bersikap Qonaah terhadap rezeki pemberian Allah SWT, dan jalani kehidupan ini dengan semangat Mencari Ilmu dan Harta yang dapat bermanfaat untuk kemaslahatan orang banyak…
Mudah-mudahan kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Amin

Pertama:
Diantara sepuluh hal yang membatalkan keislaman tersebut adalah mempersekutukan Allah (Subhanahu wa Ta’ala) ( syirik ) dalam beribadah.
Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:
Read the rest of this entry »

blank