Surat Al Qasash:77

Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Menurut Saya :
pada ayat tersebut di atas, kita hanya disuruh mencari kebahagiaan itu hanya kebahagiaan negeri Akhirat. Carilah kebahagiaan negeri Akhirat. Lalu Bagaimana dengan kebahagiaan Dunia ?
janganlah kamu melupakan kebahagiaan mu di dunia. Lalu mengapa kita jangan melupakan kebahagiaan dunia? Mengapa perintah nya berbeda ?
Yang satu kita disuruh mencari ? dan yang satu lagi kita hanya diperintah kan untuk tidak lupa. Tapi tidak disuruh mencari.
Apakah jika kita mencari kebahagiaan Akhirat, otomatis kita juga bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia? sehingga kebahagiaan dunia, tidak perlu dicari pun dapat kita peroleh. Kadang kita sibuk mencari kebahagiaan akhirat hingga lupa kebahagiaan dunia.  Lalu , jika dia sampai lupa mengenai bahagia di dunia, artinya dia memang telah bahagia ?

Mind Games

Moslem World January 18th, 2009

Hidup itu hanyalah permainan pikiran alias Mind Games.
Kalo kita berfikir kita tidak akan mampu, maka hidup kita memang tidak akan mampu.
Kalo kita punya standard kelas C , maka hidup kita memang tidak akan melebihi kelas C.
kalo kita sudah puas berpijak disini, maka seumur hidup kita tidak akan bergerak kemana-mana selain disini.
Kalo kita berfikir kita mampu untuk melakukan sesuatu, maka kita insyallah pasti dapat melakukan itu lebih baik.
Kalo kita berfikir semua itu mungkin asalkan berusaha dan yakin, maka
Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, nothing Impossible.
Selamat tidak melanggar sunatullah semua nya adalah mungkin.
Jadi ???
Harus berfikir makes all things possible..

Sesungguhnya Jika Dia berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin. Hanya DIA adalah Maha Pasti.
Jadi memohon lah kepada Nya.

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anakndanya Fatimah az-zahra rha. Didapatinya anakndanya sedang menggiling syair (sejenis bijirin) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis.

Rasulullah SAW bertanya pada anakndanya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah? semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis”. Fatimah rha. berkata, “ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtangga lah yang menyebabkan anaknda menangis”.

Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anakndanya. Fatimah rha melanjutkan perkataannya, “ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta ‘Ali (suaminya) mencarikan anaknda seorang jariah untuk menolong anaknda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah?”.

Mendengar perkataan anakndanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya “Bismillaahirrahmaanirrahiim”.

Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anakndanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, “berhentilah berputar dengan izin Allah SWT”, maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, “ya Rasulullah SAW, demi Allah, Tuhan yang telah menjadikan engkau dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah engkau menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan”.

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, “bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-zahra di dalam syurga”. Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anakndanya, “Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fatimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keredhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak redha denganmu tidaklah akan aku do’akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa redha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.

Ya Fatimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.

Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengkurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya satu persalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah.

Ya Fatimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fatimah, perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menghias rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit(malaikat), “teruskanlah ‘amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang”.

Ya Fatimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya sertakukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakratulmautnya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Sirat”.

Harus Sayang Ibu

Moslem World January 7th, 2009

Mengapa kita harus sayang sama Ibu ???
Ada keterangan, mana yang lebih harus kita sayangi ? Ayah atau Ibu.
Rasulullah sampai mengulang Ibu sebanyak 3 kali, baru kemudian Ayah.

Menurut saya, kita semua harus sayang Ibu karena : Read the rest of this entry »

Makna Waktu

Moslem World November 17th, 2008

Waktu adalah keimanan
jam yang berputar itu, amalan shaleh
menit yang memastikan jam, doa yang terpanjatkan
dan detik yang menyebabkan keduanya, adalah Dzikrullah.

Waktu adalah Ketaqwaan
pagi yang penuh harapan itu, awal jalan ikhtiar
siang yang mendatangkan sore, adalah waktu bersabar
dan malam, berserah diri kita kepada Nya.

Waktu adalah hidup
jalan yang benar dan yang salah
kehidupan untuk menuju surga atau neraka
semasa kita di dunia.

Waktu adalah aku
aku yang senantiasa mendekati larangan-Nya
atau,
aku yang acapkali menjauhi perintah-Nya.

Waktu adalah pilihan…
beriman dan bertaqwa
atau
tidak sama sekali….

(Percikan Iman)

blank